Pati, NusantaraGate.com – Satuan Samapta Polresta Pati melalui Timsus Pasopati mengintensifkan Patroli Perintis Presisi di kawasan hutan, perkebunan, dan lahan yang rawan kebakaran di wilayah Kecamatan Tlogowungu. Kegiatan pada Kamis (16/7/2026) ini dilakukan sebagai langkah preventif mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus menjaga situasi kamtibmas.
Patroli kepolisian tersebut dipimpin langsung oleh Kasubnit Dalmas Ton I, Aiptu Suroso, bersama sembilan personel Dalmas Ton I. Petugas secara proaktif menyisir sejumlah titik rawan, mulai dari Bumi Perkemahan Desa Regaloh hingga merambah ke Desa Tlogosari, Sumbermulyo, Lahar, dan Tanjungsari.
Dalam pelaksanaannya, rute patroli tim ini melintasi beberapa jalan utama yang menjadi akses menuju kawasan rawan. Rute tersebut meliputi Jalan AKBP Agil Kusumadya, Jalan Sunan Muria, Jalan Ahmad Yani, Jalan Kolonel Sunandar, Jalan Pati–Tlogowungu, hingga Jalan Raya Tlogowungu.
Selain melakukan pemantauan ketat di lapangan, petugas juga menyempatkan diri memberikan edukasi tatap muka kepada warga setempat. Masyarakat diimbau keras agar tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar dan dilarang membuang puntung rokok sembarangan di area kering.
Dari hasil penyisiran tersebut, seluruh kawasan hutan, perkebunan, dan lahan yang dipantau dilaporkan dalam kondisi aman serta tertib. Petugas tidak menemukan adanya indikasi titik api maupun aktivitas warga yang berpotensi memicu karhutla.
Kapolresta Pati melalui Kasat Samapta, Kompol Ali Mahmudi, S.H., mengatakan bahwa kegiatan patroli ini merupakan wujud kesiapsiagaan Polri. Langkah ini sangat krusial dalam mengantisipasi bencana kebakaran, khususnya saat wilayah tersebut mulai memasuki puncak musim kemarau.
”Patroli ini kami lakukan untuk memastikan kawasan hutan dan lahan tetap aman dari potensi kebakaran serta memberikan edukasi langsung kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu karhutla,” ujar Kompol Ali, Kamis (16/7/2026).
Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan dini selalu menjadi langkah yang jauh lebih efektif dibandingkan dengan penanganan setelah kebakaran terlanjur terjadi. Oleh karena itu, edukasi larangan membuka lahan dengan api terus digencarkan ke pelosok desa.
”Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan api dan tidak membuang puntung rokok sembarangan,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan serta kepedulian masyarakat sangatlah penting dalam menjaga kawasan hutan agar tetap aman dan lestari. Warga diharapkan bisa menjadi perpanjangan mata dan telinga aparat kepolisian di lapangan.
”Apabila menemukan titik api sekecil apa pun, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sebelum meluas,” ungkapnya.
Kompol Ali memastikan jajaran Sat Samapta Polresta Pati akan terus meningkatkan intensitas patroli rutin. Sasaran utamanya adalah wilayah-wilayah yang secara geografis dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran lahan.
”Patroli Perintis Presisi akan terus kami optimalkan sebagai upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” jelasnya.
Sebagai penutup, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan darurat Call Center Polri 110. Layanan bebas pulsa ini disiagakan untuk menerima laporan kejadian gangguan keamanan maupun potensi kebakaran, sehingga petugas dapat segera meluncur memberikan penanganan cepat.

.jpg)
.jpg)





