banner 728x250
Berita  

Kapolri dan Gus Baha Gelar Ngaji Kebangsaan di Rembang

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Gus Baha menggelar Ngaji Kebangsaan di Rembang guna memperkuat landasan moral dan sinergi Polri dengan ulama.

REMBANG, NusantaraGate.com – Penguatan keimanan dan ketakwaan menjadi bagian penting dalam menjaga semangat pengabdian personel Polri kepada masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Ngaji Kebangsaan bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha).

Acara pembinaan rohani ini digelar di Pondok Pesantren LP3iA Narukan, Kragan, Kabupaten Rembang, pada Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini diikuti secara hybrid oleh ratusan peserta langsung serta puluhan ribu personel dari berbagai jajaran polda dan polres.

Kegiatan diawali pembacaan kalam Ilahi QS Ali Imran ayat 133-135 oleh Ipda Asraldi, S.Ag. dan santri Ahmad Dzul Fahmi Al-Fakhomi. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kapolri dan tausiyah kebangsaan oleh Gus Baha.

Dalam sambutannya, Kapolri mengungkapkan bahwa Polri sebagai umara memiliki perjalanan panjang dalam menjalankan tugas bersama para ulama. Kehadiran para kiai memberikan tuntunan spiritual agar aparat senantiasa berada pada jalur pengabdian yang amanah.

“Ulama adalah ibarat lentera yang menerangi dalam kegelapan, menunjukkan jalan, sekaligus memberikan doa agar Polri senantiasa diberikan perlindungan dalam menghadapi berbagai tantangan dan bahaya, serta tetap mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Kapolri.

Kapolri juga menekankan pentingnya merawat keberagaman Indonesia sebagai kekuatan utama dalam menjaga persatuan bangsa. Seluruh komponen negara memiliki tanggung jawab kolektif untuk mencegah potensi konflik sosial.

“Umara dan ulama adalah dua tiang kokoh penjaga NKRI. Dengan tiang yang kokoh, akan terbentuk bangunan yang kokoh sehingga melindungi seluruh warga masyarakat yang bernaung di bawahnya,” tegasnya.

Sementara itu, Gus Baha dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa ulama dan umara memiliki peran yang saling melengkapi. Kesadaran hukum di tengah masyarakat harus didasari oleh keimanan mendalam kepada Sang Pencipta.

“Orang yang bertakwa itu takut melakukan kesalahan bukan hanya karena ada polisi, tetapi karena sadar bahwa Allah selalu melihat apa yang dilakukan. Karena itu, keimanan harus melahirkan perilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Gus Baha.

Gus Baha turut mengingatkan bahwa nilai nasionalisme perlu diwujudkan melalui perilaku sosial yang penuh kesabaran dan kasih sayang. Hubungan aparat dengan warga diibaratkan seperti ikatan antara orang tua dan anak.

“Kalau anak melakukan kesalahan, orang tua tidak kemudian berhenti menyayangi. Begitu juga masyarakat, ketika ada yang salah harus dibimbing dan diarahkan. Harapannya, Polri terus menjaga dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat, sehingga masyarakat dengan kesadarannya sendiri ikut menjaga keamanan dan ketertiban,” pesan Gus Baha.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Yuliyanto, menilai sosok Gus Baha sebagai teladan nyata bagi seluruh anggota kepolisian. Kesederhanaan dan keteduhan sang ulama patut dicontoh dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Menurut saya pribadi, Gus Baha ini ulama yang luar biasa, membawa keteduhan untuk siapa saja. Dalam keseharian beliau juga senantiasa menampilkan kesederhanaan. Mudah-mudahan kesederhanaan dan keteladanan beliau ini juga dapat menjadi inspirasi bagi anggota Polri,” kata Kabid Humas.

Kombes Pol. Yuliyanto menambahkan bahwa kegiatan rohani ini memperkuat landasan moral personel dalam menegakkan hukum secara humanis. Integritas dan empati harus senantiasa dikedepankan oleh setiap anggota di lapangan.

“Ngaji Kebangsaan ini menjadi ruang bagi anggota Polri untuk kembali mengingat hakikat pengabdian. Pesan Gus Baha sangat relevan dengan tugas Polri yang senantiasa hadir untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” ujar Kombes Pol. Yuliyanto.

Ia berharap nilai-nilai luhur yang disampaikan dalam acara tersebut dapat diimplementasikan secara nyata dalam tugas sehari-hari. Kehadiran polisi diharapkan selalu menjadi solusi bagi rasa aman masyarakat.

“Harapannya, apa yang kita dengarkan dan renungkan bersama hari ini tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar menjadi sikap dan perilaku dalam pelaksanaan tugas. Ketika anggota Polri memiliki landasan iman yang kuat, bekerja dengan hati, rendah hati dan menghormati masyarakat, maka kehadiran Polri akan semakin dirasakan sebagai bagian dari solusi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.

NusantaraGate.com Avatar

Gerbang informasi terkini seputar berita peristiwa di Indonesia dan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *