Malang, NusantaraGate.com – Tumpukan botol plastik bekas yang biasanya berakhir menjadi sampah, mendadak berubah menjadi celengan warna-warni di tangan puluhan siswa kelas VI SD Negeri 1 Girimoyo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Suasana kelas pun dipenuhi antusiasme ketika para siswa berlomba menghias hasil karya mereka, sembari belajar satu kebiasaan sederhana yang akan bermanfaat hingga dewasa: menabung.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), mahasiswa menghadirkan program kerja individu bertajuk “Celengan Kreatif: Pendampingan Gemar Menabung” sebagai upaya menanamkan literasi keuangan kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar. Program ini dilaksanakan oleh Prameswari Izzati dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Dwi Retno Widiyanti, S.E.I., M.Sc.
Program tersebut berangkat dari masih rendahnya pemahaman anak terhadap pentingnya mengelola uang dan membangun kebiasaan menabung sejak dini. Padahal, kemampuan mengatur keuangan merupakan salah satu keterampilan hidup yang perlu dikenalkan sejak masa sekolah dasar agar menjadi bekal ketika mereka beranjak dewasa. Atas dasar itu, mahasiswa PkM FEB UB mengemas edukasi keuangan dalam konsep yang lebih menyenangkan melalui aktivitas membuat celengan dari barang-barang bekas.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada 20 Juli 2026 dan melibatkan 28 siswa kelas VI SD Negeri 1 Girimoyo. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya menabung, cara mengelola uang saku secara bijak, serta manfaat menyisihkan uang untuk kebutuhan di masa depan. Berbeda dari pembelajaran di dalam kelas pada umumnya, sesi edukasi dikemas secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab sehingga siswa terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.

Usai mendapatkan materi, para siswa diajak berkreasi membuat celengan menggunakan botol plastik, kardus bekas, stik es krim, serta berbagai bahan daur ulang lainnya. Mahasiswa mendampingi setiap tahapan, mulai dari proses memotong, merakit, hingga menghias celengan sesuai kreativitas masing-masing siswa. Aktivitas tersebut tidak hanya melatih keterampilan motorik dan imajinasi anak, tetapi juga memperkenalkan nilai kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang bekas.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai bentuk dan desain celengan yang unik berhasil diciptakan siswa. Di penghujung acara, panitia memberikan apresiasi kepada tiga peserta dengan hasil karya paling kreatif sebagai bentuk motivasi agar semangat menabung terus tumbuh setelah kegiatan berakhir.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa mengenai pentingnya menabung. Seluruh peserta memahami manfaat menabung sejak dini, memiliki celengan hasil karya sendiri, serta menunjukkan motivasi lebih tinggi untuk mulai menyisihkan uang saku mereka secara rutin. Selain meningkatkan literasi keuangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kreatif yang mendorong siswa memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang bernilai guna.
Melalui program “Celengan Kreatif: Pendampingan Gemar Menabung”, mahasiswa PkM FEB UB berharap edukasi keuangan tidak lagi dipandang sebagai materi yang rumit bagi anak-anak. Sebaliknya, kebiasaan mengelola uang dapat mulai dibangun melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, sederhana, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan literasi keuangan sejak usia dini.

.jpg)
.jpg)





