Demak, NusantaraGate.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat menengah atas. Langkah ini diambil untuk memberikan sosialisasi pengawasan partisipatif dan pendidikan politik kepada calon pemilih pemula di SMK Miftahul Huda Mijen.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Bawaslu Demak menyampaikan sejumlah materi krusial terkait pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Edukasi yang diberikan mencakup bahaya laten politik uang, ancaman penyebaran hoaks, hingga peran strategis generasi muda dalam mewujudkan pengawasan partisipatif.
Anggota Bawaslu Kabupaten Demak, Kusfitria Marstyasih, menjelaskan bahwa sebagian peserta didik baru ini memang belum memiliki hak pilih. Namun, mereka dinilai sangat perlu untuk dikenalkan sejak dini dengan nilai-nilai demokrasi, kepemiluan, serta tugas dan wewenang Bawaslu.
”Selain menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029 nanti, mereka juga merupakan agent of change yang dapat menumbuhkan budaya demokrasi yang sehat,” ujar Kusfitria, Minggu (19/07/26).
Kusfitria berharap kegiatan edukasi turun ke sekolah ini dapat meningkatkan kesadaran berpolitik generasi muda. Tujuan akhirnya adalah mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya para pemilih pemula, dalam mengawasi setiap tahapan pemilu secara proaktif.
Pada kesempatan yang sama, pihak Bawaslu juga mengenalkan konsep taktis bernama 5A kepada para pelajar. Konsep ini merupakan panduan langkah awal apabila masyarakat luas menemukan adanya indikasi dugaan pelanggaran pemilu di lapangan.
”Jika melihat dugaan pelanggaran, jangan panik. Lakukan 5A, yaitu Amati, Amankan bukti, Analisis, Adukan, dan Ajak. Bawaslu akan menindaklanjuti setiap laporan dugaan pelanggaran pemilu,” tegasnya.
Selain memberikan sosialisasi, Bawaslu Demak turut melakukan uji petik data pemilih secara langsung terhadap siswa kelas XII. Sasarannya adalah para pelajar yang kini telah memenuhi syarat legal sebagai pemilih dalam Program Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).
Kegiatan pendataan berbasis sekolah ini memiliki peranan yang sangat penting bagi persiapan pesta demokrasi. Tujuannya tak lain untuk memastikan ketersediaan data pemilih tetap akurat dan mutakhir sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu.

.jpg)
.jpg)





