banner 728x250

Stunting Demak Turun ke 9,5 Persen, Pemkab Optimis Turun Lagi

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak mendorong KWT menanam sayur mandiri guna perkuat ketahanan pangan dan menekan angka stunting hingga 9,5 persen.

DEMAK, NusantaraGate.com – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Demak terus digencarkan melalui pelibatan berbagai sektor. Tidak hanya mengandalkan layanan kesehatan, ketahanan pangan keluarga turut menjadi kunci utama dalam memastikan pemenuhan gizi anak.

​Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui gerakan menanam sayuran di lingkungan rumah tangga. Program ini didorong secara aktif melalui kelompok-kelompok wanita tani (KWT) di daerah.

​Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, SIP, MM, menjelaskan bahwa para ibu diajak memanfaatkan lahan sekitar rumah. Pemanfaatan pekarangan ini ditujukan untuk menanam berbagai jenis sayuran konsumsi keluarga.

​“Gerakan menanam ini kita dorong kepada ibu-ibu kelompok wanita tani. Untuk mendukung penanganan stunting, mereka bisa menanam sendiri sayuran di rumah sehingga tidak harus selalu membeli,” ujar Agus, Jumat (07/08/2026).

​Menurut Agus, langkah sederhana ini sangat efektif memperkuat ketahanan pangan tingkat rumah tangga. Keluarga dapat memiliki sumber pangan bergizi yang mudah dijangkau dan ekonomis.

​Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah turut mendistribusikan benih tanaman kepada para kelompok wanita tani. Benih tersebut dibagikan agar masyarakat semakin terdorong untuk bercocok tanam secara mandiri.

​“Benih kami bagikan kepada kelompok wanita tani. Selain itu, benih juga banyak tersedia di toko pupuk dan benih pertanian dengan harga yang cukup terjangkau, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya,” jelasnya.

​Secara terpisah, Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor. Sektor pertanian memiliki peran vital dalam memastikan ketersediaan akses pangan bergizi bagi masyarakat.

​Kerja sama lintas sektoral yang solid ini pun telah membuahkan hasil positif yang signifikan. Angka prevalensi stunting di Kabupaten Demak tercatat mengalami penurunan tajam dalam beberapa tahun terakhir.

​“Prevalensi stunting di Kabupaten Demak berada di angka 9,5%, menjadikannya salah satu daerah dengan tingkat stunting terendah di Jawa Tengah. Angka ini turun tajam dari posisi tahun-tahun sebelumnya seperti 16% (2022) dan menargetkan penurunan lanjutan hingga 7,3% pada tahun 2026,” tegasnya.

NusantaraGate.com Avatar

Gerbang informasi terkini seputar berita peristiwa di Indonesia dan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *