Jakarta, NusantaraGate.com – Pernahkah Anda terbangun tiba-tiba di tengah malam, khususnya di sekitar pukul 3 pagi, dan merasa kesulitan untuk kembali memejamkan mata? Fenomena ini ternyata cukup umum dialami oleh banyak orang dan memiliki penjelasan medis di baliknya.
Asisten dokter dari Texas Health Family Care, Brian Meusborn, PA-C, menjelaskan bahwa kebiasaan terbangun di waktu yang sama pada dini hari umumnya dipicu oleh tiga faktor utama: siklus tidur alami tubuh, tingkat stres, dan perubahan hormon.
Berikut adalah penjelasan lengkap di balik fenomena sering terbangun di jam 3 pagi menurut kacamata pakar:
1. Siklus Tidur yang Memasuki Fase Ringan
Sepanjang malam, tubuh manusia melewati beberapa tahapan siklus tidur, mulai dari tidur ringan, tidur dalam, hingga fase Rapid Eye Movement (REM). Satu siklus utuh ini biasanya memakan waktu sekitar 90 menit.
Bagi mereka yang mulai tidur pada pukul 22.00 atau 23.00, pada sekitar pukul 3 pagi tubuh biasanya sedang memasuki akhir dari beberapa siklus tidur dan berada pada fase tidur yang lebih ringan. Pada fase inilah, seseorang menjadi sangat mudah terbangun hanya karena gangguan kecil, seperti suara bising, cahaya, atau perubahan suhu ruangan.
2. Hormon Stres (Kortisol) yang Meningkat
Stres dan pikiran yang terlalu aktif (overthinking) menjadi dalang utama seseorang tiba-tiba terjaga di tengah malam. Saat seseorang sedang merasa cemas, tubuh merespons dengan memproduksi hormon stres atau kortisol.
Kortisol sejatinya berfungsi untuk membuat tubuh tetap waspada. Namun, ketika kadar kortisol meningkat tajam di malam hari akibat stres yang belum terselesaikan, otak akan dipaksa untuk tetap aktif bekerja meskipun tubuh sedang beristirahat. Akibatnya, Anda akan terbangun dan merasa sangat sulit untuk kembali tidur.
3. Ritme Sirkadian dan Perubahan Hormon Alami
Tubuh manusia memiliki jam biologis atau ritme sirkadian yang mengatur kapan kita merasa mengantuk dan kapan harus terjaga. Memasuki dini hari, tubuh secara alami mulai bersiap untuk bangun dengan memproduksi hormon tertentu.
Pada sebagian orang, terutama mereka yang sedang kelelahan, mengalami perubahan rutinitas mendadak, atau memiliki riwayat insomnia, lonjakan hormon persiapan bangun ini bisa memicu mereka terbangun lebih awal dari waktu yang seharusnya.

.jpg)
.jpg)





