Jakarta, NusantaraGate.com – Perkembangan media sosial yang pesat membawa dampak pemikiran signifikan bagi kesehatan mental penggunanya. Arus informasi tanpa henti kerap memicu gangguan kecemasan di kalangan generasi muda.
“Membatasi waktu akses media sosial adalah langkah awal untuk melakukan detoksifikasi digital harian. Pikiran kita membutuhkan ruang tenang dari segala paparan berita yang belum tentu benar,” ujar Psikolog Klinis, Dr. Diana Sari, baru-baru ini.
Literasi komunikasi yang baik sangat membantu individu dalam menyaring konten negatif. Aktivitas fisik di luar ruangan terbukti ampuh mengalihkan ketergantungan pada layar gawai.
“Cari hobi baru yang melibatkan interaksi sosial secara langsung dengan orang lain. Mahasiswa atau pekerja kantoran sangat rentan mengalami stres jika terus mengurung diri di kamar,” tambah Diana mengingatkan.

.jpg)
.jpg)





