Jakarta, NusantaraGate.com – Kasus kanker ginjal pada rentang usia 20 hingga 30 tahun belakangan ini dilaporkan mengalami peningkatan yang tajam. Tren ini terjadi seiring dengan semakin bertambahnya catatan pasien penyakit ginjal kronis di Indonesia setiap tahunnya.
”Sel pada orang dewasa itu secara alami bisa mengalami perubahan, kemudian terjadi mutasi yang diprovokasi oleh gaya hidup,” ujar dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi, dr. Nur Melani Sari, SpA-Subsp.HO, dalam konferensi pers Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Selasa (10/3/2026).
Mutasi sel dalam tubuh manusia tersebut memang tidak serta merta terjadi tanpa sebab. Perubahan ekstrem pada sel dewasa tersebut sangat rentan dipicu oleh berbagai faktor eksternal di luar faktor genetika.
”Kebiasaan yang sifatnya umum, kita sebaiknya mengurangi makanan yang mengandung pengawet, makanan ultra processed, serta pemanis berlebih,” tegas dr. Melani menyoroti jenis makanan pemicu utama.
Pakar onkologi tersebut mengingatkan masyarakat agar jauh lebih berhati-hati dalam memilih konsumsi harian mereka. Konsumsi makanan yang tinggi bahan tambahan kimiawi dan melalui proses pengolahan berlebih harus segera dihindari sejak usia muda.
”Sel pada orang dewasa itu secara alami bisa mengalami perubahan, kemudian terjadi mutasi yang diprovokasi oleh gaya hidup,” ulang dr. Melani memberikan peringatan keras.
Gaya hidup tidak sehat tersebut sangat erat kaitannya dengan pola makan instan yang kerap dipilih anak muda. Makanan ultra proses kerap menjadi pilihan utama mereka karena alasan kepraktisan dan harga yang relatif murah di pasaran.
”Kebiasaan yang sifatnya umum, kita sebaiknya mengurangi makanan yang mengandung pengawet, makanan ultra processed, serta pemanis berlebih,” jelasnya lagi.
Untuk memutus rantai risiko kanker tersebut, sangat penting bagi generasi muda untuk kembali pada pola makan yang lebih alami. Pola makan yang seimbang sangat dianjurkan untuk menurunkan angka risiko penyakit ginjal kronis di masa depan.
”Sel pada orang dewasa itu secara alami bisa mengalami perubahan, kemudian terjadi mutasi yang diprovokasi oleh gaya hidup,” imbuh dr. Melani.
Selain secara drastis mengurangi asupan makanan olahan pabrikan, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak asupan gizi alami. Konsumsi makanan segar seperti sayur dan buah yang kaya serat sangat dibutuhkan oleh organ ginjal untuk membuang racun.
”Kebiasaan yang sifatnya umum, kita sebaiknya mengurangi makanan yang mengandung pengawet, makanan ultra processed, serta pemanis berlebih,” pungkasnya.
Langkah pencegahan melalui pola makan tersebut tentunya tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan elemen kesehatan lainnya. Menjaga pola hidup yang seimbang dengan aktivitas fisik yang teratur merupakan kunci mutlak dalam menghindari kanker ginjal.

.jpg)
.jpg)





