banner 728x250

Jepang Sukses Angkat Lumpur Logam Tanah Jarang dari Dasar Laut Dalam

Jepang mencatat sejarah sebagai negara pertama yang sukses mengangkat lumpur mengandung logam tanah jarang dari kedalaman 6.000 meter untuk mengurangi ketergantungan pada China.

Tokyo, NusantaraGate.com – Pemerintah Jepang pada Senin (2/2/2026) mengumumkan keberhasilan bersejarah dalam misi uji coba penambangan laut dalam. Sebuah kapal pengeboran ilmiah berhasil mengangkat sedimen lumpur yang mengandung logam tanah jarang (rare earth) dari dasar laut di kedalaman sekitar 6.000 meter (hampir 20.000 kaki).

​Misi ini diklaim sebagai upaya pertama di dunia untuk mengambil deposit tanah jarang dari kedalaman ekstrem tersebut secara berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi agresif Tokyo untuk mengurangi ketergantungan pada China dalam pasokan mineral-mineral berharga yang vital bagi industri teknologi tinggi.

​Juru Bicara Pemerintah Jepang, Kei Sato, dalam konferensi persnya menyampaikan bahwa sampel tersebut diambil oleh kapal pengeboran ilmiah laut dalam bernama Chikyu.

​”Rinciannya akan dianalisis lebih lanjut, termasuk berapa banyak kandungan tanah jarang yang terdapat dalam sampel tersebut,” ujar Kei Sato.

​Ia juga menegaskan pentingnya pencapaian ini bagi masa depan negara.

​”Ini adalah pencapaian yang bermakna, baik dari segi keamanan ekonomi maupun pengembangan maritim yang komprehensif,” tambahnya.

​Lokasi Harta Karun di Minami-Torishima

​Kapal Chikyu yang dioperasikan oleh Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC) tersebut berlayar bulan lalu menuju pulau terpencil Minami-Torishima (Marcus Island) di Pasifik, sekitar 1.900 kilometer tenggara Tokyo. Perairan di sekitar pulau ini diyakini menyimpan cadangan mineral yang sangat kaya.

​Juru bicara JAMSTEC, Ayumi Yoshimatsu, mengonfirmasi bahwa operasi pengambilan sampel telah selesai dilakukan di tiga lokasi berbeda pada hari Senin.

​”Ini adalah uji verifikasi untuk memastikan apakah lumpur yang mengandung tanah jarang dapat diangkat secara terus-menerus dari dasar laut pada kedalaman ultra-dalam,” jelas Yoshimatsu.

​Menurut laporan harian bisnis Nikkei, area di sekitar Minami-Torishima yang berada dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang diperkirakan mengandung lebih dari 16 juta ton logam tanah jarang. Cadangan ini disebut sebagai yang terbesar ketiga di dunia.

​Kekayaan deposit ini sangat luar biasa, dengan estimasi kandungan:

  • ​730 tahun pasokan Disprosium (digunakan untuk magnet berkekuatan tinggi pada motor kendaraan listrik dan ponsel).
  • ​780 tahun pasokan Yttrium (digunakan untuk teknologi laser).

​Shoichi Ishii, direktur program untuk proyek yang didukung pemerintah ini, menekankan visi jangka panjang misi tersebut kepada Reuters.

​”Jika proyek ini berhasil, ini akan memiliki arti yang sangat besar dalam mendiversifikasi pengadaan sumber daya tanah jarang Jepang,” kata Shoichi Ishii.

​Target Produksi 2027

​Pejabat Jepang menyatakan bahwa jika tidak ada kendala teknis berarti, deposit laut dalam ini dapat menjadi alternatif pasokan jangka panjang, meskipun produksi komersial masih memerlukan waktu beberapa tahun lagi.

​”Jika tidak ada masalah teknis utama, Jepang berencana untuk bergerak menuju uji coba penambangan skala penuh pada Februari 2027,” ungkap Yoshimatsu.

​Dalam rencana uji coba skala penuh tersebut, teknologi yang dikembangkan diharapkan mampu mengangkat sekitar 350 ton lumpur per hari dari kedalaman 5.000 hingga 6.000 meter.

​Meski International Seabed Authority (ISA) sedang menyusun kode etik global untuk penambangan dasar laut di perairan internasional, misi uji coba Jepang ini dilakukan sepenuhnya di dalam wilayah perairannya sendiri, sehingga memberikan otonomi penuh bagi Tokyo dalam pengelolaannya.

NusantaraGate.com Avatar

Gerbang informasi terkini seputar berita peristiwa di Indonesia dan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *