Nairobi, NusantaraGate.com – Hujan deras yang mengguyur ibu kota Kenya, Nairobi, sejak Jumat malam hingga Sabtu (7/3/2026) memicu banjir bandang yang mematikan. Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas dalam bencana ini, sementara aktivitas di bandara internasional utama negara tersebut lumpuh total akibat tergenang air.
Kepolisian Nairobi mengonfirmasi bahwa jenazah para korban ditemukan di berbagai lokasi terpisah di wilayah ibu kota yang terendam banjir parah. Komandan Polisi Wilayah Nairobi, Adamson Bungei, memberikan keterangan rinci mengenai jumlah korban jiwa tersebut.
”Hingga saat ini, kami telah mengevakuasi dan mencatat 10 orang meninggal dunia akibat terseret arus banjir atau tertimpa bangunan yang roboh. Tim penyelamat masih terus menyisir area-area terdampak untuk mencari kemungkinan korban lain yang belum ditemukan,” ujar Adamson Bungei kepada awak media.
Banjir ini tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga menghantam infrastruktur vital negara. Bandara Internasional Jomo Kenyatta (JKIA), yang merupakan pusat penerbangan tersibuk di wilayah Afrika Timur, terpaksa menghentikan operasionalnya.
Otoritas Bandara Kenya atau Kenya Airports Authority (KAA) merilis pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa landasan pacu utama dan terminal penumpang tergenang air, sehingga tidak memungkinkan bagi pesawat untuk lepas landas maupun mendarat dengan aman.
”Akibat hujan lebat yang terus-menerus, beberapa bagian dari infrastruktur sisi udara (airside) dan terminal penumpang di JKIA mengalami genangan air yang signifikan. Demi keselamatan penumpang dan operasional penerbangan, kami memutuskan untuk menangguhkan sementara semua penerbangan masuk dan keluar,” demikian bunyi pernyataan resmi KAA.
Akibat penutupan ini, puluhan penerbangan internasional maupun domestik mengalami pembatalan atau pengalihan (divert) ke bandara-bandara alternatif di negara tetangga, seperti Bandara Internasional Moi di Mombasa atau bandara di Tanzania. Ribuan penumpang dilaporkan telantar di terminal keberangkatan menunggu kepastian jadwal.
Salah satu penumpang yang terdampak, Sarah Kimani, mengungkapkan kekacauannya di lokasi kejadian.
”Situasinya sangat kacau. Air masuk hingga ke area check-in. Kami diminta menunggu tanpa kepastian kapan pesawat bisa terbang. Semua jalan menuju bandara juga macet total karena banjir,” ungkap Sarah.
Selain bandara, banjir juga melumpuhkan akses jalan raya utama di Nairobi. Jalan Tol Nairobi Expressway yang menghubungkan pusat kota dengan bandara sempat ditutup di beberapa ruas karena ketinggian air yang berbahaya bagi kendaraan.
Departemen Meteorologi Kenya telah mengeluarkan peringatan lanjutan bahwa curah hujan tinggi diprediksi masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Mereka mengimbau warga yang tinggal di dataran rendah dan bantaran sungai untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari risiko banjir susulan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang bencana terkait iklim ekstrem yang melanda wilayah Afrika Timur dalam beberapa tahun terakhir, yang menurut para ahli lingkungan diperburuk oleh fenomena perubahan iklim global.

.jpg)
.jpg)





