Demak, NusantaraGate.com – Tradisi nasi ambeng masih terus dilestarikan oleh masyarakat Dusun Ngemplik, Desa Banjarejo, Mranggen, Demak. Kegiatan ini senantiasa disajikan sebagai bagian dari rutinitas warga dalam acara Selapanan dan Khotmil Qur’an.
Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini tidak hanya sekadar menjadi acara makan bersama. Hal ini sekaligus menjadi simbol sedekah dalam mempererat tali kebersamaan antarwarga desa.
Nasi ambeng sendiri merupakan sajian berupa nasi yang diberi taburan aneka ragam masakan lauk pauk. Hidangan pelengkap seperti sambal goreng, ikan asin, telur rebus, dan bihun tersebut disajikan tak ubahnya seperti menu hajatan warga pada umumnya.
Ketua Karang Taruna Dusun Ngemplik, Lagimin, mengatakan bahwa tradisi membawa nasi ambeng ini bukan sekadar kebiasaan. Tradisi ini memiliki makna yang sangat mendalam sebagai wujud syukur, sedekah, dan sarana memupuk kerukunan.
“Tradisi membawa nasi ambeng bukan sekadar kebiasaan, tetapi menjadi bentuk sedekah yang mempererat kebersamaan warga dan menjaga kegiatan keagamaan tetap hidup,” ujarnya.
Dalam acara Khotmil Qur’an tersebut, kegiatan turut diisi dengan pembacaan Hizib Ratib Al-Atos yang dipanjatkan sebagai doa bersama. Masyarakat sangat berharap keberkahan ini tidak hanya dirasakan oleh warga Dusun Ngemplik, tetapi juga oleh masyarakat luas di luar wilayahnya.

.jpg)
.jpg)




