banner 728x250
Berita  

Puslitbang Polri Evaluasi Penanganan Tipidkor dan Program MBG di Polres Semarang, Libatkan Tiga Polres

Puslitbang Polri menggelar penelitian di Polres Semarang melibatkan Polres Salatiga dan Boyolali. Fokus utama pada evaluasi penanganan Tipidkor dan tata kelola program MBG.

Foto: Polres Semarang

​Ungaran, NusantaraGate.com – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri menggelar penelitian mendalam terkait efektivitas penanganan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah hukum Polda Jawa Tengah. Kegiatan ini dipusatkan di Aula Rupatama Polres Semarang, Selasa (3/3/2026).

​Penelitian ini tidak hanya menyasar Polres Semarang sebagai tuan rumah, tetapi juga melibatkan jajaran dari Polres Salatiga dan Polres Boyolali. Hadir dalam kegiatan ini Kapolres Salatiga, Wakapolres Boyolali, serta Pejabat Utama (PJU) dan penyidik dari ketiga polres tersebut.

​Fokus Penelitian: Korupsi dan Program Gizi

​Ketua Tim Peneliti Puslitbang Polri, Kombes Pol. Andreas Widihandoko, S.H., M.H., memimpin langsung jalannya Focus Group Discussion (FGD). Ada dua materi utama yang menjadi sorotan tim peneliti:

​1. Evaluasi Penanganan Tipidkor

Pada sesi ini, diskusi melibatkan para Kasat Reskrimum, Kanit Tipidkor, hingga penyidik. Tim peneliti mengumpulkan data krusial periode 2023–2025, meliputi:

​- Jumlah Crime Total (CT) dan Crime Clearance (CC).

​- Data kerugian keuangan negara dari kasus yang sudah P-21.

​- Analisis kontribusi Polri dalam penyelamatan aset negara.

​2. Tata Kelola Program MBG

Untuk program MBG, diskusi difokuskan pada aspek manajerial dan operasional Satuan Pelayanan Gizi (SPPG). Data yang diverifikasi mencakup lokasi dapur, kapasitas porsi, hingga jumlah sekolah penerima manfaat.

​Guna memastikan validitas data, tim Puslitbang juga melakukan observasi lapangan langsung ke lokasi SPPG Polri di Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat. Langkah ini diambil untuk mencocokkan data administratif dengan realitas operasional di lapangan.

​Tanggapan Kapolres Semarang

​Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si., menyambut positif penunjukan Polres Semarang sebagai lokasi penelitian gabungan ini. Menurutnya, kegiatan ini adalah momen penting untuk perbaikan kinerja.

​“Kami menyambut baik kegiatan penelitian ini sebagai bagian dari proses penguatan institusi. Evaluasi berbasis data sangat penting untuk meningkatkan kualitas penanganan perkara Tipidkor serta memastikan program pelayanan masyarakat berjalan efektif, tepat sasaran, dan akuntabel,” ungkapnya.

Pendekatan Berbasis Data

​Sementara itu, Kombes Pol. Andreas Widihandoko menegaskan bahwa output dari penelitian ini akan sangat strategis bagi kebijakan Polri ke depan.

​“Kami mengedepankan pendekatan ilmiah dan berbasis data. Hasil penelitian ini nantinya akan menjadi rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum serta tata kelola program di lingkungan Polri,” jelasnya.

​Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan diskusi interaktif. Diharapkan, hasil penelitian dari tiga polres ini mampu diaplikasikan secara nyata untuk meningkatkan mutu penyelidikan korupsi dan memastikan program gizi (SPPG) benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

NusantaraGate.com Avatar

Gerbang informasi terkini seputar berita peristiwa di Indonesia dan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *