Semarang, NusantaraGate.com – Arus kendaraan pemudik dari arah barat yang menuju wilayah Jawa Tengah diperkirakan akan mulai meningkat signifikan dalam beberapa hari ke depan. Polda Jawa Tengah menghimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang guna menjamin keamanan serta kenyamanan selama di jalan.
“Perjalanan mudik jarak jauh membutuhkan kondisi tubuh yang prima,” ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, di Mapolda Jateng pada Selasa (10/3/2026) siang. “Jika mulai merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya tidak memaksakan diri dan segera beristirahat di tempat yang aman,” lanjutnya.
Berdasarkan prediksi nasional, puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terbagi dalam dua gelombang pada pertengahan Maret mendatang. Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret, sementara gelombang kedua diprediksi meningkat pada 18–19 Maret 2026.
”Kelelahan baik fisik maupun psikis umumnya terjadi di titik tersebut setelah pemudik menempuh perjalanan panjang, khususnya di ruas tol yang panjang dan relatif monoton,” jelas Artanto. Ia merujuk pada ruas Tol Pejagan-Semarang hingga Semarang-Solo sebagai titik lelah utama bagi pengendara dari arah barat.
Skema rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional di jalur tol Trans Jawa juga telah disiapkan secara rinci oleh pihak kepolisian. Sistem one way untuk arus mudik rencananya berlaku mulai 17 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, dari KM 70 Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang–Solo.
“Gunakan rest area untuk beristirahat secukupnya,” imbau Artanto. “Jika kondisi tubuh sudah kembali segar, sebaiknya perjalanan dilanjutkan agar memberikan kesempatan kepada pemudik lain yang juga membutuhkan tempat istirahat,” tambahnya.
Untuk periode arus balik, kepolisian memprediksi lonjakan kendaraan akan terjadi pada gelombang pertama tanggal 24-25 Maret dan gelombang kedua pada 28-29 Maret 2026. Skema one way arus balik akan diberlakukan mulai 23 Maret hingga 29 Maret 2026 dari KM 421 Semarang menuju KM 70 Jakarta–Cikampek.
”Gunakan rest area untuk beristirahat secukupnya agar memberikan kesempatan kepada pemudik lain,” tutur Artanto mengingatkan pentingnya toleransi antar-pengguna jalan. Ia meminta pemudik tidak terlalu lama berhenti di area peristirahatan guna mencegah kepadatan kendaraan di pintu masuk tol.
Pihak kepolisian telah memetakan keberadaan 25 titik rest area yang dapat dimanfaatkan pemudik, terdiri dari 13 lokasi di jalur A dan 12 lokasi di jalur B. Selain kondisi fisik, pemudik juga diingatkan untuk memastikan kelayakan kendaraan serta mematuhi seluruh rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.
”Dengan persiapan yang matang serta kedisiplinan selama perjalanan, kami berharap masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman,” tandas Artanto. Ia mengakhiri keterangannya dengan mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” agar masyarakat bisa tiba di kampung halaman dengan selamat.
Masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan digital Chatbot “Si Polan” melalui WhatsApp untuk memantau kondisi lalu lintas terkini dan lokasi pos pelayanan. Jika berada dalam situasi darurat, pemudik dapat menghubungi layanan Call Center 110 Polri yang beroperasi penuh selama 24 jam untuk mendapatkan bantuan kepolisian.

.jpg)
.jpg)





