Demak, NusantaraGate.com – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Demak berlangsung dengan sejumlah aksi nyata. Pemerintah Kabupaten Demak menggelar penanaman 1.500 bibit mangrove di Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” ini dilanjutkan dengan dialog virtual. Sesi diskusi daring tersebut diisi secara langsung bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Kegiatan pelestarian ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan naiknya air rob di kawasan pesisir Demak. Penanaman mangrove dilakukan di bibir sungai sebagai benteng alami untuk mengurangi dampak rob sekaligus menjaga ekosistem.
Bupati Demak, Eisti’anah, mengatakan bahwa persoalan rob di wilayah pesisir membutuhkan langkah yang jauh lebih komprehensif. Menurutnya, kondisi geografis pesisir yang relatif rendah membuat penanaman mangrove saja belum cukup untuk melindungi masyarakat dari genangan rob.
“Kondisi alam di pesisir Demak air rob terus naik. Kita bersama mencari solusi. Tidak bisa hanya mengandalkan mangrove atau terus meninggikan jalan. Solusinya adalah mencarikan jalan agar air rob kembali ke laut melalui normalisasi dan mengaktifkan kembali sungai-sungai yang sudah mati,” ujar Eisti’anah.
Ia menambahkan, Pemkab Demak terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah pusat. Koordinasi ini turut melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mempercepat program normalisasi sungai secara terpadu.
“Kalau memang ada anggaran, kami dari APBD akan mencari sesuai kemampuan daerah untuk mendukung normalisasi,” katanya.
Selain persoalan rob, Bupati Demak juga menyoroti penanganan limbah sampah yang dinilai harus menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, pengelolaan sampah ini mutlak harus melibatkan peran masyarakat luas hingga tingkat rumah tangga.
Ia menegaskan bahwa tugas tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak pemerintah semata. Warga diimbau untuk mulai melakukan pemilahan sampah secara mandiri sejak dari sumbernya.
Pemkab Demak saat ini juga terus berupaya mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R). Pembangunan fasilitas lingkungan tersebut ditargetkan minimal terdapat satu TPS 3R di tiap kecamatan.
Langkah strategis ini diinisiasi untuk menekan volume sampah daerah secara signifikan. Hal ini diharapkan mampu mengurangi jumlah tumpukan limbah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, turut memberikan ajakannya. Ia mengimbau seluruh perangkat daerah dan masyarakat untuk menjadikan kepedulian lingkungan sebagai gerakan yang berkelanjutan.
Sugiharto menegaskan bahwa upaya pelestarian alam ini harus terus digalakkan bersama-sama. Peringatan lingkungan hidup tidak boleh berhenti hanya sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan belaka.
“Menjaga kelestarian lingkungan adalah tugas dan tanggung jawab bersama. Kita tidak hidup selamanya, tetapi lingkungan ini akan diteruskan kepada anak cucu kita. Jika lingkungan baik, Insya Allah manfaatnya juga akan dirasakan generasi mendatang,” ungkapnya.
Sekda juga menyoroti pentingnya normalisasi sungai yang kini mengalami penyempitan akibat sedimentasi maupun aktivitas manusia. Ia mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak ditemukan bangunan liar yang memakan badan sungai.
Selain itu, kebiasaan buruk warga membuang sampah sembarangan juga turut menjadi sorotan tajam. Tindakan tidak bertanggung jawab tersebut dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menghambat kelancaran aliran air menuju muara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, Mulyanto, menyebutkan bahwa hingga tahun 2026 ini telah tertanam sebanyak 1.844.700 bibit mangrove. Jutaan bibit pelindung pantai tersebut telah tersebar di berbagai titik kawasan pesisir Kabupaten Demak.
Sepanjang tahun ini saja, Pemkab Demak setidaknya telah berhasil menanam 86.811 bibit mangrove. Jumlah itu kini bertambah 1.500 bibit lagi dari hasil penanaman massal pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Selain penanaman mangrove, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan aksi kerja bakti di lingkungan sekitar. Agenda bersih-bersih tersebut sukses melibatkan partisipasi aktif dari 86 instansi terkait.
Aksi masal ini membuahkan hasil pengumpulan 1.406,6 kilogram sampah organik dan 1.443,2 kilogram sampah anorganik. Petugas gabungan juga turut melakukan pencabutan terhadap 348 iklan liar yang dipaku di sejumlah pohon.
“Hutan mangrove Demak sangat membanggakan. Di Karangtengah, Bonang, dan Wedung kondisinya relatif baik berkat kerja sama masyarakat, komunitas pemerhati lingkungan, dan pemerintah,” pungkasnya.

.jpg)
.jpg)





