banner 728x250
Berita  

Panen Raya Demak MT II 2026: Produktivitas Padi Capai 6,7 Ton/Hektare

Produktivitas panen padi di Kabupaten Demak pada MT II 2026 sukses mencapai 6,7 ton per hektare. Tingginya hasil panen dan stabilnya harga gabah kering panen dinilai sangat menguntungkan para petani setempat.

Demak, NusantaraGate.com – Sektor pertanian Kabupaten Demak kembali menunjukkan performa yang sangat membanggakan. Pada musim tanam (MT) II tahun 2026, produktivitas padi di daerah lumbung pangan nasional ini mencapai rata-rata 6,7 ton per hektare.

​Hasil panen yang melimpah tersebut disambut optimistis oleh para petani setempat. Capaian ini terasa semakin manis karena dibarengi dengan harga gabah yang tetap tinggi di pasaran.

​Capaian membanggakan itu terungkap dalam kegiatan panen raya di Desa Jatirejo, Kecamatan Karanganyar. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Demak, Eisti’anah, beserta jajaran terkait dan perwakilan pemerintah pusat.

​Bupati Eisti’anah menyebutkan bahwa hasil panen pada musim ini tergolong sangat baik. Selain produktivitas yang meningkat, petani juga mendapat keuntungan maksimal dari harga gabah yang stabil.

​“Alhamdulillah hasilnya bagus, harganya pun juga bagus. Rata-rata satu hektare mencapai 6,7 ton,” kata Bupati Eisti’anah, Senin (8/6/2026).

​Menurutnya, sejumlah kecamatan di Kabupaten Demak telah menuntaskan proses panen, seperti Kecamatan Gajah. Sementara itu, beberapa wilayah lainnya dilaporkan masih dalam tahap penyelesaian masa panen padi.

​Pemerintah daerah saat ini juga masih terus melakukan pendataan secara menyeluruh. Hal ini bertujuan untuk mengetahui angka pasti dari total produksi padi pada musim tanam kali ini.

​Hingga Juni 2026, luas panen padi di Kabupaten Demak tercatat mencapai sekitar 53.602 hektare. Angka tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi Demak dalam mendukung pasokan beras di Jawa Tengah maupun tingkat nasional.

​Namun, luas tanam pada musim ketiga mendatang diperkirakan tidak akan sebesar musim sebelumnya. Langkah penyesuaian ini dilakukan berdasarkan kondisi cuaca kemarau dan tingkat ketersediaan sumber air.

​Kabar baik lainnya datang dari harga Gabah Kering Panen (GKP) yang saat ini melambung tinggi. Harga komoditas tersebut terpantau stabil di kisaran Rp8.000 hingga Rp8.200 per kilogram.

​Harga tersebut dinilai sangat ampuh untuk menjaga pendapatan para petani agar tetap stabil. Hal ini patut disyukuri meskipun beberapa wilayah dilaporkan masih menghadapi tantangan serangan hama tanaman.

​Bupati Eisti’anah juga mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah pusat yang dinilai semakin berpihak kepada petani. Berbagai program kemudahan akses yang diberikan telah menghadirkan semangat baru bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas.

​“Kami melihat perhatian pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, sangat besar kepada petani. Kebijakan penyerapan hasil panen membuat harga gabah lebih baik sehingga petani ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.

​Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan RI, Widiastuti, turut buka suara. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui berbagai langkah strategis.

​Langkah tersebut mulai dari penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi hingga perlindungan lahan pertanian dari alih fungsi. Pemerintah pusat saat ini juga sangat berfokus pada penguatan jaringan irigasi dan perluasan program pompanisasi.

​“Kami terus memetakan titik-titik rawan yang berpotensi mengganggu produksi pertanian. Kabupaten Demak menjadi salah satu daerah yang akan terus kami pantau agar produktivitas pertanian tetap terjaga,” tegasnya.

NusantaraGate.com Avatar

Gerbang informasi terkini seputar berita peristiwa di Indonesia dan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *