Kota Semarang, NusantaraGate.com – Pemerintah terus memperkuat tata kelola penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mencapai target nasional 82,9 juta penerima manfaat. Di Provinsi Jawa Tengah sendiri, program ini tercatat telah menjangkau 9,29 juta penerima manfaat dengan dukungan 3.838 Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) yang beroperasi.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Implementasi Perpres No. 115 Tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan di Semarang, Selasa (3/3/2026).
Pelibatan Ekonomi Lokal dan Standar Keamanan Pangan
Dalam pelaksanaannya, program MBG di Jawa Tengah tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan. Pasokan bahan pokok SPPG di wilayah ini mayoritas bersumber dari Koperasi, BUMDes, dan UMKM.
Produk unggulan lokal yang diserap meliputi telur ayam dari Kabupaten Pati dan susu sapi perah dari Kabupaten Boyolali.
Terkait keamanan pangan, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam percepatan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Capaian SLHS di Jawa Tengah saat ini tercatat sebesar 35,03%, angka ini berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 32%. Menko Pangan juga menginstruksikan evaluasi ketat terhadap SPPG yang mengalami kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan guna menjamin keselamatan penerima manfaat.
Mekanisme MBG Selama Ramadan 2026
Menyambut bulan suci Ramadan, pemerintah memastikan Program MBG tetap berjalan dengan penyesuaian teknis.
Untuk wilayah yang mayoritas penduduknya menjalankan ibadah puasa, bantuan akan diberikan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat. Sementara itu, bagi sekolah dengan mayoritas siswa non-muslim, program tetap berjalan normal seperti biasa. Kebijakan ini juga berlaku selama masa libur dan cuti bersama.
Percepatan Validasi Data
Meski capaian layanan bagi ibu hamil dan menyusui telah melampaui 50%, pemerintah mencatat perlunya percepatan validasi data untuk segmen lain. Masih ditemukan ketidaksesuaian data penerima manfaat yang memerlukan tindak lanjut Pemda.
Beberapa sektor yang menjadi fokus percepatan antara lain:
- Siswa sekolah (target 100%).
- Pesantren (saat ini baru 7,7%).
– Santri (3,24%).
Ke depan, Kemenko Bidang Pangan akan membangun Command Center MBG untuk mendukung koordinasi dan pengawasan nasional secara terpadu.
Pemerintah berkomitmen memastikan MBG berjalan tepat sasaran, aman, berkualitas, dan berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

.jpg)
.jpg)





