JEPARA, NusantaraGate.com – Kapasitas pelayanan kesehatan di RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara mendapati perhatian serius dari pemerintah pusat. Rumah sakit pelat merah tersebut direncanakan akan menerima kucuran bantuan anggaran senilai Rp120 miliar untuk proyek renovasi pada tahun 2027 mendatang.
Perhatian khusus ini mengemuka dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus bersama Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus. Peninjauan lapangan tersebut turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, pada Selasa (13/10/2026).
Rombongan pejabat tinggi negara itu meninjau langsung sejumlah fasilitas pelayanan medis unggulan di rumah sakit. Fasilitas yang dikunjungi meliputi layanan kemoterapi, laboratorium kateterisasi jantung (cathlab), hingga instalasi gawat darurat (IGD).
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengungkapkan bahwa rencana alokasi bantuan besar tersebut disiapkan untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan. Mengingat jumlah penduduk Kabupaten Jepara yang mencapai sekitar 1,3 juta jiwa, pengembangan fasilitas rumah sakit menjadi kebutuhan yang mendesak.
“Alhamdulillah tadi disampaikan kepada saya tahun depan insyaallah di sini akan dapat bantuan Rp 120 miliar untuk renovasi rumah sakit,” kata Abdul Wachid saat memberikan keterangan.
Pihaknya berharap dana bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit. Pemanfaatan anggaran harus disesuaikan secara tepat dengan prioritas kebutuhan pelayanan masyarakat.
“Kami berharap nanti Pak Bupati apa yang dibutuhkan dana tersebut supaya dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD RA Kartini Jepara, Hadisarwoko, memaparkan bahwa saat ini rumah sakit didukung oleh sekitar 1.030 tenaga kesehatan, termasuk kurang lebih 500 orang perawat. Kendati demikian, pengembangan layanan masih memerlukan tambahan dukungan sumber daya manusia spesialis serta pemenuhan peralatan medis modern.
Kebutuhan mendesak di antaranya meliputi pengembangan layanan bedah onkologi serta perluasan kapasitas instalasi gawat darurat. Saat ini, kapasitas IGD rumah sakit tersebut baru mencakup 23 tempat tidur saja.
“Untuk itu mohon dengan sangat Bapak Menteri Kesehatan dukungan pengadaan SDM, alat kesehatan, dan sarpras pendukung,” ungkap Hadisarwoko.
Selain itu, pihak manajemen juga mengoptimalkan layanan unggulan kateterisasi jantung yang telah menangani sekitar 142 tindakan medis. Layanan kemoterapi di rumah sakit ini juga mencatat peningkatan kunjungan yang signifikan.
Sebagai salah satu dari 13 rumah sakit yang memperoleh fasilitas tindakan jantung via BPJS Kesehatan tahun ini, RSUD RA Kartini menjadi rujukan utama warga lokal. Keberadaan layanan ini tentu memangkas jarak rujukan warga Jepara yang sebelumnya harus berobat ke luar daerah.

.jpg)
.jpg)





