Di tengah hiruk-pikuk tugas menjaga keamanan wilayah perairan, sebuah kisah menyejukkan datang dari Dermaga Ditpolairud Polda Jawa Tengah. Sosok tersebut adalah Bripda Salma Maria Naifa, Polwan angkatan 55 tahun 2024 yang membuktikan bahwa pengabdian kepada negara dan ketaatan agama dapat berjalan beriringan.
Bripda Salma bukanlah anggota polisi biasa. Ia lulus melalui jalur Rekrutmen Proaktif (Rekpro) berkat prestasinya sebagai Hafizah (penghafal Al-Qur’an) 30 Juz. Kini, di bulan suci Ramadan, ia tidak berpuas diri dengan hafalannya, melainkan melangkah lebih jauh mendalami cabang ilmu Al-Qur’an tingkat lanjut, yakni Qira’at Sab‘ah.
Menjaga Sanad hingga Rasulullah SAW
Qira’at Sab‘ah merupakan ilmu tentang tujuh variasi cara membaca Al-Qur’an yang memiliki sanad (garis periwayatan) tersambung langsung hingga lisan Rasulullah SAW. Bagi Bripda Salma, mempelajari ilmu ini adalah bentuk tanggung jawab spiritual.
”Saya ingin mendalami ilmu Al-Qur’an yang bersanad sampai Rasulullah SAW agar ilmunya terus terjaga dan tidak hilang. Dengan memahami perbedaan tersebut, umat dapat terhindar dari sikap saling menyalahkan karena ketidaktahuan,” ungkapnya.
Bagi Waktu Antara Dinas dan Pesantren
Dedikasi Bripda Salma patut diacungi jempol. Di tengah padatnya jadwal dinas operasional dari Senin hingga Jumat, ia mendedikasikan waktu libur akhir pekannya untuk menuntut ilmu.
Setiap pekan, ia menempuh perjalanan menuju Pondok Pesantren At-Taufiiqiyyah, di Brabo, Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan. Di sana, ia menyetorkan hafalan Qirā’ah Sab‘ah di bawah bimbingan langsung pengasuh pondok, Kyai Zaenal Arifin, M.Pd., untuk memastikan ketepatan bacaan sesuai kaidah.
“Tantangannya tentu membagi waktu setelah berdinas untuk menyiapkan setoran. Tapi saya niatkan untuk mengisi hari libur dengan hal yang bermanfaat,” tuturnya.
Ia menambahkan, sesibuk apa pun aktivitas sebagai abdi negara, Al-Qur’an harus tetap mendapat tempat istimewa.
“Semoga ilmu yang saya pelajari bermanfaat dan bisa menjadi motivasi bahwa dalam bekerja kita tidak hanya mencari bekal dunia, tetapi juga menyiapkan bekal untuk akhirat,” tambah Polwan muda tersebut.
Apresiasi Pimpinan Polda Jateng
Ketekunan Bripda Salma mendapat perhatian khusus dari institusi. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat anggotanya dalam menyeimbangkan kemampuan profesional dan spiritual.
“Kami bangga dengan anggota yang terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk dalam bidang keagamaan. Keteladanan seperti ini menunjukkan bahwa profesionalisme dan nilai-nilai spiritual dapat berjalan beriringan,” ungkap Kombes Pol Artanto.
Kisah Bripda Salma menjadi inspirasi nyata di bulan Ramadan ini. Menjaga perairan adalah amanah negara, sementara menjaga Al-Qur’an adalah amanah iman. Keduanya berhasil ia jalankan dengan penuh tanggung jawab.

.jpg)
.jpg)





