Demak, NusantaraGate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Demak menggelar Rapat Paripurna ke-7 Masa Sidang Kesatu Tahun 2026 pada Selasa (31/3/2026). Agenda dalam rapat paripurna ini yaitu Penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Demak Tahun Anggaran 2025.
Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Demak, Zayinul Fata dengan didampingi Wakil Ketua DPRD Ike Candra Agustina di Ruang Rapat Paripurna DPRD Demak. Bupati Eisti’anah dan Wakil Bupati Muhammad Badruddin, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah, serta jajaran Forkopimda, hadir dalam rapay ini.
Dalam sambutannya, Zayinul mengatakan bahwa rapat paripurna ini adalah tindak lanjut dari surat resmi Bupati Demak terkait alokasi waktu penyerahan LKPJ 2025.
“Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Demak Tahun Anggaran 2025 ini kita laksanakan sebagai tindak lanjut surat dari Bupati Demak Nomor 130/226 tanggal 11 Maret 2026 perihal permohonan alokasi waktu penyerahan LKPJ Bupati Demak Tahun 2025,” kaya Zayinul.
Dalam paparannya, Eisti’anah menyebut pembangunan daerah 2025 adalah implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2026. Visi yang diusung dalam RPJMD ini yaitu “Demak Semakin Bermartabat, Maju, dan Sejahtera”.
“Pelaksanaan pembangunan tahun 2025 merupakan tindak lanjut dari RPJMD Kabupaten Demak tahun 2021–2026, sebagai upaya mewujudkan Demak yang semakin bermartabat, maju, dan sejahtera,” ujar Eisti’anah.
Menurut Eisti’anah, visi tersebut diwujudkan lewat sejumlah misi strategis, yakni penguatan tata kelola pemerintahan yang baik, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan lingkungan hidup, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Melalui misi ini, kami berupaya membuka lapangan kerja seluas-luasnya serta menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Demak,” kata Eisti’anah.
Pada 2025, Eistianah membeberkan ada sejumlah capaian dari program unggulan yang telah dilaksanakan. Pengembangan inovasi daerah bahkan disebut mencapai 100 persen dari target.
Eistianah juga menuturkan bahwa peningkatan kebersihan dan keindahan wilayah mencapai 91,14 persen serta sektor pendidikan dan kesehatan mencatat capaian 98,07 persen.
Selanjutnya, peningkatan harmonisasi kehidupan beragama mencapai 73,56 persen, kemudian tata kelola pemerintahan berbasis smart city mencapai 75 persen. Pencapaian ini menurut Eisti’anah adalah hasil kolaborasi antarpihak.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, baik pemerintah daerah, DPRD, maupun masyarakat,” tutur Eisti’anah.
Kemudian di sektor infrastruktur, percepatan pembangunan di kawasan pesisir, pertanian, dan pusat produksi mencapai 89,46 persen. Program pemenuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan perlindungan sosial juga mencapai angka 100 persen.
Program perluasan kawasan perkotaan dikatakan Eisti’anah belum dilaksanakan pada 2025, namun progres atau kemajuan terhadap target 2026 sudah berada di angka 66,67 persen.
“Kami akan terus mengoptimalkan program-program prioritas agar target pembangunan hingga akhir RPJMD dapat tercapai secara maksimal,” terang Eisti’anah.
Rapat paripurna tersebut kemudian ditutup dengan kegiatan halalbihalal untuk mempererat silaturahmi di antara anggota DPRD, unsur pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait dalam suasana pascaidulfitri.

.jpg)
.jpg)





