Jepara, NusantaraGate.com – Pembinaan atlet disabilitas terus diperluas setelah atlet-atlet Jepara menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional hingga internasional. Upaya strategis itu kini menjadi fokus utama kepengurusan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Jepara periode 2025–2030.
Pelantikan pengurus baru tersebut dilangsungkan dengan khidmat di Aula Kejaksaan Negeri Jepara. Ketua NPCI Kabupaten Jepara terpilih, Asrori, mengatakan bahwa pihaknya akan segera memperluas cakupan pembinaan atlet disabilitas di daerahnya.
Langkah itu dilakukan agar semakin banyak penyandang disabilitas yang memiliki kesempatan emas untuk berprestasi melalui jalur olahraga. Menurutnya, saat ini masih sangat banyak anak disabilitas yang memiliki potensi dan keinginan kuat untuk bergabung dengan NPCI.
Sayangnya, sebagian dari keluarga mereka belum memperoleh informasi yang benar dan utuh mengenai pembinaan olahraga disabilitas tersebut.
“Masih banyak anak disabilitas yang ingin ikut. Namun, sebagian keluarga belum mendukung karena belum adanya informasi yang benar,” kata dia.
Ia memaparkan bahwa para atlet binaan NPCI Jepara selama ini telah sukses meraih prestasi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Salah satu contoh nyatanya adalah Subhan di cabang parabadminton yang kini masih mengumpulkan poin menuju Paralimpiade Los Angeles.
Wakil Ketua Bidang Organisasi NPCI Jawa Tengah, Bangun Sugito, mengatakan bahwa Jepara merupakan lumbung atlet berprestasi. Jepara tercatat menjadi salah satu penyumbang atlet disabilitas andalan bagi kontingen Jawa Tengah.
Menurut Sugito, Subhan juga baru saja dipastikan lolos prakualifikasi untuk mengikuti kejuaraan bergengsi di Nagoya, Jepang. Namun, ia menyadari masih banyak penyandang disabilitas di berbagai wilayah pelosok Jepara yang belum mengenal keberadaan NPCI.
Oleh karena itu, seluruh jajaran pengurus baru diminta untuk lebih aktif turun ke lapangan dan menjangkau mereka melalui program pembinaan.
“Masih ada teman-teman disabilitas di daerah yang belum mengenal NPCI. Ini menjadi tugas pengurus untuk menjangkau mereka. Tidak menutup kemungkinan akan muncul Subhan dan Aris (paraakuatik) yang baru dari Jepara,” ujarnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, Agung Bagus Kade Kusimantara, mengatakan bahwa NPCI tidak hanya sekadar menjadi wadah pembinaan olahraga. Organisasi itu juga berperan sangat penting sebagai ruang bagi para penyandang disabilitas untuk membangun kepercayaan dirinya.
Menurutnya, para penyandang disabilitas perlu didorong penuh agar lebih berani tampil dan menunjukkan kemampuannya melalui jalur prestasi.
“NPCI hadir bukan semata-mata untuk olahraga. NPCI hadir membangkitkan semangat penyandang disabilitas agar berani tampil dan berprestasi,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, mengatakan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung program pembinaan atlet disabilitas ini. Ia menilai deretan prestasi dari para atlet NPCI telah terbukti mampu mengharumkan nama Jepara di berbagai ajang.
“Kami akan selalu mendukung dan mengapresiasi prestasi atlet NPCI yang telah mengharumkan nama Kabupaten Jepara. Ke depan, pembinaan ini akan terus kami dukung bersama,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, kepengurusan baru NPCI Jepara akan segera mengirimkan atlet terbaiknya pada ajang Pekan Paralimpiade Pelajar Daerah Jawa Tengah. Program pembinaan kemudian akan dilanjutkan secara maraton untuk menghadapi Pekan Paralimpiade Provinsi Jawa Tengah pada November mendatang.

.jpg)
.jpg)





