SEMARANG, NusantaraGate.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah progresif dalam optimalisasi penyaluran bantuan sosial. Warga didorong untuk aktif berkontribusi melakukan pemutakhiran data mandiri peserta perlindungan sosial.
Inisiatif tersebut dapat diakses secara langsung melalui portal resmi perlinsos.kemensos.go.id. Melalui platform digital ini, masyarakat bisa mengecek kelayakan data calon penerima bantuan sosial untuk tahun 2027.
Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, Kepala Dinas Sosial Jateng Imam Maskur memberikan penjelasan. Pengaktifan data perlinsos ini bertujuan untuk menyaring kelayakan penerima bantuan secara objektif.
Program utama yang disasar meliputi Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) serta Program Keluarga Harapan (PKH). Seluruh proses pengecekan dirancang agar transparan dan mudah diakses masyarakat luas.
Imam menjelaskan bahwa syarat utama pengaksesan portal ini hanya membutuhkan dua hal penting. Warga cukup menyiapkan ponsel pintar serta KTP elektronik yang telah terhubung dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Dengan fasilitas tersebut, warga dapat langsung mengecek kelayakan data masing-masing. Mereka juga berkesempatan mendaftarkan diri sebagai calon penerima bantuan sosial tahun 2027.
Pengajuan melalui portal Perlinsos Kemensos RI tersebut akan melalui tahap verifikasi ketat. Proses ini melibatkan pencocokan data kependudukan dengan sejumlah basis data lintas instansi terkait.
Data yang dicocokkan meliputi Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), hingga kepemilikan kendaraan melalui Korlantas Polri. Verifikasi juga mencakup data pelanggan PLN serta status kepegawaian ASN, TNI, dan Polri.
Langkah teliti ini bertujuan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Kebijakan tersebut juga selaras secara langsung dengan arahan tegas dari Gubernur Ahmad Luthfi.
Imam menegaskan bahwa masyarakat sama sekali tidak dipungut biaya sepeser pun. Seluruh proses pendaftaran maupun pengecekan data dijamin gratis tanpa potongan biaya apa pun.
“Digitalisasi ini bertujuan agar pada 2027 tidak ada masyarakat yang seharusnya mendapat bantuan sosial tertinggal, atau tidak mendapat akses terhadap bansos,” ucap Imam saat memberikan keterangan pada Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan catatan hingga Senin sore (12/10/2026), tercatat sebanyak 662.529 Kepala Keluarga (KK) telah didaftarkan. Angka ini merupakan bagian dari total 13.350.232 KK yang tersebar di wilayah Jawa Tengah.
Lantas, bagaimana nasib keluarga kurang mampu yang tidak memiliki gawai atau ponsel pintar? Pemerintah telah menyiapkan solusi praktis melalui peran relawan khusus di lapangan.
“Bisa lewat Agen Perlinsos. Siapa pun bisa menjadi Agen Perlinsos. Mereka bisa mendaftarkan tetangga kanan-kiri, saudara, atau orang lain, bahkan yang tinggal di kabupaten dan provinsi lain. Ini menunjukkan kepedulian kita terhadap perlindungan sosial,” jelasnya.
Warga yang berniat menjadi relawan dapat mendaftarkan diri secara mandiri melalui tautan resmi https://agent-perlinsos.kemensos.go.id. Data Dinas Sosial Jateng mencatat jumlah Agen Perlinsos di wilayah ini telah mencapai 68.807 orang.
Para relawan tersebut berasal dari beragam latar belakang profesi di tengah masyarakat. Mulai dari kader Dasawisma, perangkat desa, aparat kepolisian, prajurit TNI, hingga pegawai pemda dan lurah turut berpartisipasi aktif.
“Mudah-mudahan dengan kerelaan hati masyarakat menjadi Agen Perlinsos, kita bisa membantu tetangga dan masyarakat umum. Dengan begitu, seluruh masyarakat Jawa Tengah yang layak menerima bantuan sosial dapat terdata, dan diusulkan untuk memperoleh bantuan pada 2027,” pungkas Imam.

.jpg)
.jpg)





