banner 728x250
Wisata  

Menguak Sejarah Masjid Si Pitung: Wisata Religi Ratusan Tahun di Pesisir Marunda

Masjid Al-Alam Marunda atau dikenal sebagai Masjid Si Pitung merupakan saksi sejarah penyebaran Islam di pesisir Jakarta sejak tahun 1527. Nikmati wisata religi yang dilengkapi dengan kisah heroik Si Pitung hingga legenda sumur tiga rasa.

Foto: 20detik

Jakarta, NusantaraGate.com – Masjid Al-Alam Marunda menyimpan sejarah panjang perjalanan Kota Jakarta dari masa perjuangan hingga penyebaran agama Islam. Bangunan yang berlokasi di pesisir utara Laut Jawa ini juga sangat populer dengan sebutan Masjid Si Pitung.

​Tempat ibadah ini pertama kali didirikan pada tahun 1527 oleh pasukan Fatahillah yang merupakan panglima Kesultanan Demak. Pada masa itu, masjid ini berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus persinggahan untuk membangkitkan semangat sebelum menyerang Portugis di Sunda Kelapa.

​Arsitektur bangunan kuno ini sangat khas dengan gaya masjid di Jawa pada abad ke-16 yang ditopang empat tiang utama. Meski sudah mengalami beberapa kali renovasi, bangunan aslinya diperkirakan terbuat dari perpaduan kayu, bambu, dan atap ijuk.

​Asal Usul Nama Al-Alam dan Mitos Pembangunan

​Kata “Al-Alam” sendiri berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti sebagai “alam” atau “dunia” yang luas. Nama indah tersebut baru disematkan saat bangunan ini secara resmi ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 1972.

​Banyak masyarakat setempat yang percaya pada cerita turun-temurun bahwa Masjid Al-Alam ini dibangun hanya dalam waktu satu malam saja. Namun, tidak sedikit pula pakar sejarah maupun warga rasional yang menyangkal kebenaran cerita legenda tersebut.

​Lokasi persis masjid bersejarah ini berada di Jalan Marunda Kelapa Nomor 1, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Posisinya yang tepat berada di tepi pantai menegaskan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat komunitas maritim pada zamannya.

​Saksi Bisu Dakwah dan Kolonialisme

​Keberadaan Masjid Al-Alam merupakan tonggak penting bagi penyebaran agama Islam di Nusantara pada abad ke-16. Banyak pedagang dari berbagai daerah yang singgah ke Sunda Kelapa menyempatkan diri untuk mampir dan beribadah di sana.

​Para ulama lokal kemudian menjadikan masjid ini sebagai pusat kegiatan keagamaan seperti dakwah maupun pengajian rutin. Mereka juga memadukan syiar agama dengan kesenian marawis hingga bela diri silat yang menjadi tradisi khas masyarakat Betawi.

​Memasuki masa kolonial, Masjid Al-Alam tetap kokoh berdiri sebagai pusat spiritual warga pesisir meskipun aktivitasnya dibatasi oleh Belanda. Di tempat inilah komunitas maritim Marunda yang terdiri dari para nelayan dan pedagang saling menjaga solidaritas perjuangan mereka.

​Kisah Si Pitung dan Legenda Sumur Tiga Rasa

​Sebutan “Masjid Si Pitung” baru mulai disematkan oleh masyarakat sekitar pada awal abad ke-19. Pahlawan legendaris Betawi yang dijuluki Robin Hood lokal ini memang dipercaya sering beribadah di Masjid Al-Alam.

​Si Pitung konon sering memanjatkan doa di masjid tersebut sebelum atau sesudah merampas harta penjajah Belanda untuk dibagikan ke rakyat miskin. Menurut cerita legenda yang beredar, ia bahkan menggunakan masjid ini sebagai tempat persembunyian cerdik untuk menghindari kejaran pasukan Belanda.

​Daya tarik lain dari Masjid Al-Alam adalah keberadaan sebuah sumur legendaris yang terletak di area pendopo sebelah timur. Pada zaman dahulu, sumur ini merupakan sumber air utama bagi para jamaah yang hendak mengambil air wudu.

​Cerita unik yang beredar menyebutkan bahwa air dari sumur bersejarah tersebut memiliki tiga rasa berbeda, yakni asin, manis, dan tawar. Entah air itu benar-benar memiliki tiga rasa atau hanya sugesti belaka, hal ini terus menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

​Bagi wisatawan yang tertarik mengunjungi tempat ini, lokasi masjid bisa diakses menggunakan mobil pribadi sekitar 40 hingga 60 menit dari pusat Jakarta. Pengguna transportasi umum juga bisa dengan mudah mencapainya menggunakan bus TransJakarta koridor 10 yang dilanjutkan dengan angkot M15 tujuan Marunda.

NusantaraGate.com Avatar

Gerbang informasi terkini seputar berita peristiwa di Indonesia dan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *