Grobogan, NusantaraGate.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang terus memperkuat konektivitas masyarakat melalui layanan kereta api aglomerasi. Sepanjang Semester I Tahun 2026, layanan KA Joglosemarkerto di wilayah Kabupaten Grobogan tercatat melayani 17.899 pelanggan.
Belasan ribu penumpang tersebut merupakan pelanggan yang naik maupun turun di Stasiun Gundih, Stasiun Telawa, dan Stasiun Kedungjati. Keberadaan layanan ini menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat menuju berbagai daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Layanan KA tersebut memberikan alternatif transportasi massal yang strategis bagi masyarakat luas. Mereka kini bisa melakukan perjalanan antarkota dengan sangat aman, nyaman, terjangkau, dan tepat waktu.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan bahwa layanan KA aglomerasi memiliki peran yang sangat penting. Moda transportasi ini hadir dalam mendukung mobilitas masyarakat yang saat ini dinilai semakin dinamis.
“Mobilitas masyarakat saat ini tidak lagi terbatas pada wilayah tempat tinggalnya. Banyak masyarakat melakukan perjalanan ke daerah lain untuk bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan aktivitas usaha, maupun berwisata. Karena itu, layanan KA aglomerasi hadir untuk memberikan konektivitas yang mudah, aman, nyaman, dan andal,” ujar Luqman.
Pada Semester I Tahun 2026, layanan KA Joglosemarkerto diketahui melayani 7.997 pelanggan di Stasiun Gundih. Angka tersebut terdiri atas 6.197 pelanggan yang naik dan 1.800 pelanggan yang turun.
Selanjutnya, Stasiun Telawa tercatat melayani total 6.048 pelanggan. Rincian pergerakannya meliputi 4.112 pelanggan yang naik dan 1.936 pelanggan yang turun.
Sementara itu, Stasiun Kedungjati sukses melayani sebanyak 3.854 pelanggan. Jumlah kedatangan dan keberangkatan ini terdiri atas 2.599 pelanggan yang naik serta 1.255 pelanggan turun.
Total 17.899 pelanggan di tiga stasiun tersebut menunjukkan tingginya minat warga setempat. Kereta api terbukti memiliki peran krusial dalam mendukung mobilitas masyarakat dari Kabupaten Grobogan menuju daerah lain.
KA Joglosemarkerto saat ini menghubungkan sejumlah kota penting di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Rute strategisnya mencakup Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Kutoarjo, Kroya, hingga Kebumen.
Bagi masyarakat di Kabupaten Grobogan, layanan ini menjadi pilihan utama dalam menempuh perjalanan menuju berbagai pusat kegiatan. Konektivitas tersebut turut mendukung kelancaran aktivitas keseharian dalam bidang pekerjaan, pendidikan, perdagangan, maupun pariwisata.
“Kehadiran layanan kereta api regional di wilayah Kabupaten Grobogan memberikan pilihan mobilitas yang dapat diandalkan masyarakat. Kami akan terus melakukan evaluasi terhadap layanan dan pola operasi agar konektivitas antardaerah semakin mudah dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” lanjut Luqman.
KAI Daop 4 Semarang berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya. Hal ini diwujudkan melalui evaluasi pola operasi, optimalisasi kapasitas angkut, serta peningkatan fasilitas di stasiun maupun selama perjalanan.
“KAI Daop 4 Semarang berkomitmen terus menghadirkan layanan transportasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan konektivitas yang semakin baik, kami berharap kereta api dapat menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota secara aman, nyaman, tepat waktu, dan berkelanjutan,” tutup Luqman.

.jpg)
.jpg)





