banner 728x250
Berita  

Bupati Eisti’anah Dorong Kesejahteraan Petani di Hari Tani 2026

Peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Desa Pamongan, Guntur, Demak diwarnai panen tembakau, gerakan pangan murah, dan peresmian Sekolah Lapang Petani Milenial untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

DEMAK, NusantaraGate.com – Peringatan Hari Tani Nasional Tahun 2026 di Kabupaten Demak diperingati secara meriah dengan mengusung semangat menjaga ketersediaan serta keterjangkauan pangan. Dipusatkan di Desa Pamongan, Kecamatan Guntur, pada Jumat (25/09/2026), rangkaian acara diisi dengan panen tembakau, gerakan pangan murah, hingga peresmian Sekolah Lapang Petani Milenial.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengapresiasi kerja keras para petani sekaligus memperkuat sektor pertanian di tengah berbagai tantangan musim. Sekretaris Desa Pamongan, Miftahul Huda, mengungkapkan bahwa hasil panen tembakau tahun ini menunjukkan kualitas yang sangat baik dengan tanaman yang tumbuh subur.

“Hasil panen tembakau cukup baik, tanaman tumbuh subur, kualitas daun tembakau bagus. Tentunya kami berharap harganya juga bagus,” ujar Miftahul Huda.

Meski demikian, para petani di wilayah tersebut masih menghadapi tantangan pada komoditas lain, seperti serangan hama tikus yang menyebabkan gagal panen pada sebagian lahan jagung. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan dari pemerintah sangat diharapkan, terutama dalam menjaga kestabilan harga komoditas utama seperti tembakau, jagung, dan padi, serta peningkatan infrastruktur pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, S.I.P., M.M., menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen mendampingi para petani melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, bibit, hingga pestisida guna mendongkrak produktivitas.

Sebagai langkah strategis dalam regenerasi petani, momentum Hari Tani Nasional 2026 juga ditandai dengan peluncuran Sekolah Lapang Petani Milenial. Sebanyak 20 petani muda di Demak dipersiapkan secara khusus dengan target produktivitas tinggi, yakni mencapai 12 ton padi per hektare.

“Petani milenial ini berusia di bawah 40 tahun. Mereka akan belajar dan berkomitmen menghasilkan satu hektare 12 ton padi. Pembelajaran dilakukan setiap Senin melalui pelatihan di BTP Kecamatan Dempet,” jelas Agus.

Selain sektor hulu, kegiatan ini juga menyuguhkan Gerakan Pangan Murah yang diserbu oleh masyarakat guna memastikan akses pangan tetap terjangkau. Pemerintah Kabupaten Demak juga memastikan ketersediaan air untuk musim tanam pertama di wilayah timur telah dipersiapkan, menyusul dibukanya Waduk Kedung Ombo sejak 15 September 2026, serta koordinasi distribusi pupuk bersubsidi yang terus dipantau ketat.

Sementara itu, Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, S.E., menekankan bahwa kesejahteraan petani harus senantiasa menjadi prioritas utama. Mengingat Kabupaten Demak memegang peranan strategis sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional, segala tantangan geografis dan cuaca harus dihadapi melalui sinergi yang kuat.

“Kita harus terus mensukseskan dan memperhatikan kesejahteraan para petani. Demak sebagai wilayah penyangga pangan nasional tentu harus terus kita support agar ketahanan pangan tetap terjaga,” pungkas Bupati Eisti’anah.

NusantaraGate.com Avatar

Gerbang informasi terkini seputar berita peristiwa di Indonesia dan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *