banner 728x250
Berita  

Polsek Geyer Padamkan Karhutla Grobogan, Permukiman Warga Aman

Jajaran Polsek Geyer Polres Grobogan bersama tim gabungan bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan seluas 0,5 hektare di kawasan RPH Gaji. Kobaran api berhasil dijinakkan sebelum menjalar ke permukiman warga Dusun Klampok.

Grobogan, NusantaraGate.com – Jajaran Polsek Geyer Polres Grobogan bergerak cepat dalam menangani kebakaran hutan yang melanda wilayahnya. Bencana tersebut terjadi di kawasan RPH Gaji, BKPH Monggot, KPH Gundih, Petak 103, Kecamatan Geyer, pada Kamis (23/7/2026) sore.

​Berkat kerja sama lintas instansi bersama Perhutani, BPBD, dan masyarakat, kobaran api sukses dipadamkan. Hal ini berhasil mencegah api agar tidak terus menjalar jauh ke area permukiman warga setempat.

​Kapolsek Geyer, AKP Daryanto, menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 17.54 WIB. Api terlihat muncul dari kawasan hutan di sisi timur, kemudian dengan cepat merambat ke arah barat menuju jalan raya.

​Kondisi vegetasi hutan yang mengering akibat dampak musim kemarau turut memperparah keadaan. Hal tersebut ditambah dengan hembusan angin yang cukup kencang sehingga membuat api terus meluas ke arah utara dan selatan.

​”Penjalaran api ke arah selatan mengarah ke wilayah sekitar Dusun Klampok, sedangkan ke arah utara terus merambat di kawasan hutan. Melihat kondisi tersebut, personel bersama petugas Perhutani segera melakukan upaya pemadaman secara manual sambil berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Grobogan untuk mendapatkan dukungan peralatan,” ujar AKP Daryanto. Jumat (31/7)

​Setelah tim BPBD tiba di lokasi, proses pemadaman segera dilakukan secara masif menggunakan backpack sprayer. Petugas gabungan memprioritaskan penyemprotan pada sisi selatan guna mencegah api merambat menuju permukiman warga di Dusun Klampok.

​Jarak kobaran api tersebut tercatat hanya tersisa sekitar 500 meter dari lokasi hunian para penduduk desa. Berkat kerja sama seluruh unsur, amukan api akhirnya berhasil dikendalikan melalui proses pemadaman dan pendinginan selama hampir dua jam.

​Sekitar pukul 19.50 WIB, kobaran api tersebut berhasil dipadamkan secara menyeluruh. Keberhasilan pemadaman ini memastikan bahwa situasi di kawasan hutan dan permukiman warga telah kembali dalam kondisi aman dan terkendali.

​Berdasarkan hasil pendataan petugas di lapangan, luas lahan hutan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare. Dugaan awal penyebab kebakaran tersebut mengarah pada puntung rokok yang dibuang secara sembarangan oleh pengguna jalan.

​Puntung rokok tersebut diduga dibuang oleh warga yang sedang melintas di sekitar kawasan hutan. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

​AKP Daryanto mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang kering disertai angin masih menjadi ancaman serius. Cuaca ekstrem ini merupakan faktor utama yang terus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

​Oleh karena itu, jajaran Polsek Geyer terus meningkatkan kesiapsiagaan penuh di wilayah hukumnya. Hal ini menjadi langkah antisipasi strategis guna mencegah terulangnya kejadian serupa pada masa mendatang.

​”Kami meningkatkan patroli terpadu di kawasan hutan yang rawan kebakaran, terutama selama musim kemarau. Selain itu, koordinasi dengan Perhutani, pemerintah desa, BPBD, dan masyarakat terus diperkuat agar setiap potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin,” jelasnya.

​Ia menambahkan bahwa personel Bhabinkamtibmas kini juga diterjunkan secara optimal untuk mengedukasi masyarakat. Edukasi tersebut berfokus pada peringatan mengenai bahaya pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.

​Di samping itu, kesiapan personel serta sarana dan prasarana pemadaman juga terus dipastikan. Hal ini termasuk tindakan monitoring dan pendinginan lanjutan di lokasi kejadian guna mengantisipasi munculnya titik api baru.

​Di akhir keterangannya, AKP Daryanto memberikan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat. Warga diminta untuk jauh lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan, terutama pada puncak musim kemarau ini.

​”Jangan membuang puntung rokok sembarangan ataupun melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran hutan. Apabila masyarakat melihat adanya titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada kepolisian atau petugas terkait agar dapat segera dilakukan penanganan. Peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran yang lebih luas dan menjaga kelestarian hutan kita,” pungkasnya.

NusantaraGate.com Avatar

Gerbang informasi terkini seputar berita peristiwa di Indonesia dan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *