banner 728x250
Bisnis  

Moratorium Dapur MBG, Mitra Demak Nilai Tepat untuk Evaluasi

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan moratorium pendirian dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Mitra pengelola dapur di Kabupaten Demak mendukung langkah ini sebagai momen tepat untuk evaluasi kualitas menu.

Demak, NusantaraGate.com – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan moratorium pendirian dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Terkait adanya kebijakan dari pusat tersebut, mitra dapur di Kabupaten Demak turut memberikan tanggapannya.

​Ketua DPD Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD GEMAS) Kabupaten Demak, Edi Sayudi, mengatakan saat ini keberadaan dapur MBG sudah menjamur. Adanya kebijakan moratorium ini dinilai dapat menjadi salah satu cara jitu bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi.

​”Dilakukan moratorium saya rasa itu adalah yang terbaik karena apapun kondisinya dapur sangat menjamur, kalau pemerintah melakukan evaluasi saat ini itu jauh lebih baik. Harapan kami ke depan MBG tetap jalan seperti harapan Pak Presiden,” kata Edi, Senin (27/7/2026).

​Menurut Edi, salah satu evaluasi yang bisa dilakukan pemerintah selama moratorium ini adalah terkait variasi menu-menu yang disajikan. Ia berharap sajian dari dapur MBG yang telah beroperasi dapat lebih memenuhi ekspektasi dan keinginan masyarakat.

​”Jangan sampai terlalu banyak dapur akhirnya menu pun tidak sesuai dengan harapan masyarakat,” ucap Edi.

​Edi tidak menampik fakta bahwa saat ini terkadang masih ada menu MBG yang dirasa belum sesuai dengan keinginan masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa pengelola dapur MBG akan terus berproses untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

​”Proses itu butuh waktu, tidak serta-merta MBG berjalan menggunakan menu semaunya itu tidak, karena kita sudah ada standarisasi yang diatur oleh masing-masing ahli gizi di dapur masing-masing,” ungkap Edi.

​Edi menjelaskan bahwa saat ini tercatat ada 151 fasilitas dapur MBG yang tersebar di wilayah Kabupaten Demak. Ratusan dapur tersebut beroperasi secara aktif setiap harinya dan melayani hingga puluhan ribu penerima manfaat.

​”Kalau Demak sendiri sampai hari ini ya masih ada yang 3.000 (penerima manfaat), ada yang 2.500,” ujar Edi.

NusantaraGate.com Avatar

Gerbang informasi terkini seputar berita peristiwa di Indonesia dan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *