banner 728x250
Bisnis  

Lintasarta Gelar BPD Summit 2026, Dorong Transformasi Digital

Lintasarta siap menggelar BPD Summit 2026 di Semarang pada 5-7 Agustus mendatang untuk mengakselerasi transformasi digital, kedaulatan data, dan pemanfaatan AI bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.

Jakarta, NusantaraGate.com – Lintasarta berkomitmen mempercepat transformasi digital Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia melalui penguatan fondasi digital yang berdaulat. Sebagai wujud komitmen tersebut, Lintasarta akan menyelenggarakan ajang BPD Summit 2026 pada 5–7 Agustus mendatang di Semarang.

​Forum strategis ini menjadi wadah kolaborasi bagi BPD untuk membahas penerapan Digital Sovereignty (kedaulatan digital) sebagai fondasi transformasi. Pembahasan juga akan mencakup penguatan ketahanan siber serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) guna memperkuat peran BPD dalam perekonomian daerah.

​Diskusi tersebut dinilai semakin relevan dengan kondisi industri perbankan saat ini. Pasalnya, tingkat kematangan digital, kapabilitas keamanan siber, dan kesiapan talenta di setiap BPD masih sangat beragam.

​President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, mengatakan bahwa BPD membutuhkan kapabilitas digital dan keamanan siber yang setara dengan bank-bank besar. Namun, pembaruan sistem tersebut harus tetap efisien dan mampu mengakomodasi karakteristik serta kebutuhan masing-masing daerah.

​Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta Intelligent Core hadir mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C). Solusi ini dirancang menjadi satu ekosistem fondasi digital yang aman, terhubung, dan andal bagi perbankan daerah.

​“Fondasi ini dibangun di atas tiga prinsip utama, yaitu Sovereign melalui sovereign infrastructure dan sovereign AI, Integrated melalui solusi end-to-end yang menyatukan empat kapablitas utama (4C), serta Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital yang terintegrasi, andal, dan efisien,” kata Armand.

​Di samping itu, tingkat kematangan Cybersecurity dan Security Operations Center (SOC) di setiap BPD saat ini juga masih bervariasi. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang memungkinkan kapabilitas keamanan siber yang lebih terintegrasi, proaktif, serta didukung oleh pemanfaatan AI.

​Untuk mendukung keberhasilan transformasi tersebut, Lintasarta menghadirkan tiga pilar kolaborasi bagi BPD. Pilar pertama adalah membangun forum kolaborasi untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik di bidang transformasi digital, konektivitas, keamanan siber, dan AI.

​Pilar kedua mendorong pemanfaatan AI untuk menjawab berbagai use case yang menjadi prioritas utama di masing-masing daerah. Sementara pilar ketiga difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pengembangan talenta digital bersama perguruan tinggi.

​Ketiga pilar inisiatif tersebut sangat sejalan dengan Roadmap Penguatan BPD 2024–2027 yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini diharapkan dapat mempercepat digitalisasi BPD sekaligus memperkuat peran mereka sebagai penggerak ekonomi daerah maupun nasional.

​Di tengah meningkatnya tuntutan layanan, muncul tantangan tentang cara BPD mempercepat transformasi tanpa mengorbankan keamanan dan kedaulatan data. Pertanyaan strategis tersebut nantinya akan menjadi salah satu fokus pembahasan utama dalam gelaran BPD Summit 2026.

​Acara ini akan menghadirkan regulator, pimpinan BPD, serta berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan arah masa depan perbankan daerah. Melalui inisiatif ini, Lintasarta kembali menegaskan perannya sebagai Beyond AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison Group demi mendorong daya saing nasional.

NusantaraGate.com Avatar

Gerbang informasi terkini seputar berita peristiwa di Indonesia dan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *