banner 728x250
Berita  

5 Kebakaran Dekat Jalur KA, KAI Daop 4 Perkuat Kewaspadaan

KAI Daop 4 Semarang memperkuat kewaspadaan dan pemantauan menyusul terjadinya lima insiden kebakaran di sekitar jalur kereta api selama bulan September 2026.

Kota Semarang, NusantaraGate.com – Musim kemarau yang sedang berlangsung membuat kondisi lingkungan di sejumlah wilayah menjadi lebih kering. Material seperti rumput, jerami, sekam, dan sampah pun menjadi jauh lebih mudah terbakar.

​Kondisi tersebut secara langsung meningkatkan potensi terjadinya kebakaran di sekitar jalur kereta api. Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu aspek keselamatan perjalanan kereta api secara keseluruhan.

​PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang merespons situasi ini dengan meningkatkan pemantauan. KAI juga memperkuat koordinasi lintas instansi bersama pemadam kebakaran dan unsur kewilayahan setempat.

​Langkah antisipasi ini menyusul catatan lima kejadian kebakaran di sekitar wilayah operasional Daop 4 Semarang. Rangkaian insiden tersebut tercatat terjadi sepanjang September hingga 16 September 2026.

​Kejadian pertama berlangsung pada Minggu (6/9) di petak Kapuan–Cepu. Petugas berhasil memadamkan kebakaran lahan tebu tanpa mengganggu perjalanan kereta api.

​Pada hari yang sama, kebakaran juga melanda area belakang Griya Karya Tawang dekat Stasiun Semarang Tawang. Insiden ini sempat berdampak pada tiga kendaraan warga meski tidak menimbulkan korban jiwa.

​Kasus serupa kembali terjadi pada Selasa (8/9) di Desa Slerok, Tegal. Api yang membakar rumput kering berhasil dipadamkan berkat kesigapan petugas bersama warga setempat.

​Titik api berikutnya muncul pada Selasa (15/9) di petak jalan Karangjati–Sedadi akibat pembakaran sisa panen. Petugas Pemeriksa Jalan (PPJ) bergerak cepat sehingga lokasi langsung dinyatakan aman tanpa gangguan perjalanan.

​Terbaru pada Rabu (16/9), titik api kembali terpantau di petak jalan Comal–Petarukan. Pihak KAI langsung bergerak melakukan koordinasi cepat guna memantau kondisi di lapangan.

​Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan bahwa kondisi lingkungan yang kering perlu diwaspadai bersama. Potensi perambatan api menjadi ancaman nyata di area yang memiliki banyak material mudah terbakar.

​“Musim kemarau seperti sekarang, rumput, jerami, sekam, dan material kering lainnya lebih mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur KA karena api dapat merambat dan asapnya berpotensi mengurangi jarak pandang masinis. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian bersama untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Luqman.

​Luqman menambahkan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan pemantauan di seluruh jalur operasional. Setiap potensi gangguan darurat dipastikan dapat ditangani secara cepat melalui koordinasi instansi terkait.

​“Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan unsur kewilayahan maupun pemadam kebakaran apabila terdapat potensi kebakaran di sekitar jalur KA. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap yang berpotensi mendekati jalur, sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” tambah Luqman.

​Pihak KAI secara tegas kembali mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah atau sisa pertanian di dekat rel. Aktivitas tersebut tidak hanya memicu perluasan api, tetapi juga membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

​Seluruh elemen masyarakat diajak untuk berperan aktif menjaga keselamatan di sekitar jalur rel selama musim kemarau. Partisipasi warga sangat dibutuhkan guna membantu penanganan dini terhadap potensi ancaman kebakaran.

NusantaraGate.com Avatar

Gerbang informasi terkini seputar berita peristiwa di Indonesia dan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *