Semarang, NusantaraGate.com – Polda Jawa Tengah menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Candi 2026 di Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, pada Kamis (12/3/2026) sore. Kegiatan ini dilaksanakan guna memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana dalam mengamankan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 H.
“Operasi kemanusiaan ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai Jumat (13/3/2026) hingga Rabu (25/3/2026), dengan tujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama momentum bulan Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, saat membacakan amanat Kapolri.
Operasi ini memfokuskan pengamanan pada berbagai potensi kerawanan seperti ancaman terorisme, aksi sweeping ormas, hingga stabilitas harga bahan pokok dan BBM. Petugas juga memberikan perhatian khusus pada gangguan kamtibmas seperti balap liar, penyalahgunaan narkoba, penggunaan petasan, serta potensi bencana alam.
“Program Valet Ride kami siapkan sebagai alternatif perjalanan yang lebih aman bagi pemudik sepeda motor,” ungkap Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo. “Sementara itu, chatbot Si Polan akan membantu masyarakat memperoleh berbagai informasi lalu lintas, layanan kepolisian, hingga jalur alternatif selama perjalanan mudik,” sambungnya.
Dalam pelaksanaan operasi tahun ini, Polda Jawa Tengah mengerahkan kekuatan besar sebanyak 28.980 personel gabungan. Jumlah tersebut terdiri dari 22.680 personel Polri serta 6.300 personel tambahan dari jajaran TNI dan berbagai instansi pemerintah daerah terkait lainnya.
“Saat arus balik nanti kita juga menyiapkan Tol Fungsional di Exit Bawen yang beroperasi mulai pukul 05.00 Wib hingga pukul 17.00 WIB,” jelas Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra. Pihaknya juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas mulai dari one way nasional, sistem ganjil genap, hingga pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga.
Seluruh personel akan disiagakan pada 219 titik pos yang tersebar di wilayah Jawa Tengah untuk menjamin kelancaran arus kendaraan. Pos-pos tersebut terbagi menjadi 1 pos terpusat, 18 pos terpadu, 52 pos pelayanan, serta 148 pos pengamanan di berbagai jalur utama.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang sebelum berangkat, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta mengisi bahan bakar secara penuh,” tegas Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto. Ia mengingatkan agar para pemudik tidak memaksakan diri berkendara jika kondisi fisik sudah merasa lelah atau mengantuk.
Selain penempatan pos fisik, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui Call Center 110 selama 24 jam. Berbagai fasilitas hospitality yang nyaman telah disediakan di pos-pos pelayanan maupun rest area di sepanjang jalur mudik wilayah Jawa Tengah.
“Manfaatkan layanan hospitality yang tersedia di pos pengamanan, pos pelayanan maupun rest area di wilayah Jawa Tengah untuk beristirahat apabila merasa lelah,” pungkas Artanto mengakhiri keterangannya.
Melalui sinergi lintas sektoral ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan Idulfitri di Jawa Tengah dapat berjalan dengan lancar dan kondusif. Hal ini sejalan dengan komitmen kepolisian untuk mewujudkan jargon utama mereka, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

.jpg)
.jpg)





