banner 728x250
Berita  

MPLS Yayasan Sultan Agung Dimulai, Siap Bentuk Siswa Baru Berakhlakul Karimah

Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Semarang membuka masa pengenalan lingkungan sekolah pada Senin (13/7/2026)

Kota Semarang, NusantaraGate.com – Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Semarang menggelar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan ini bertujuan membentuk ribuan siswa baru menjadi pelajar yang berakhlakul karimah.

“MPLS ini sebetulnya adalah simbolis pembukaan yang dilakukan di 11 sekolah, mulai dari tingkat KB, TK, SD, SMP, SMA di lingkungan Sultan Agung. Ada 11 sekolahan yang secara simbolis pembukaannya di sini, bareng-bareng, tapi di tempat mereka masing-masing, di sekolah masing-masing ini juga dilakukan hal yang sama,” kata Ketua Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah YBWSA, Turahmat di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang, Senin (13/7/2026).

Tahun ini YBWSA tercatat menerima sebanyak 1.400 murid baru di berbagai jenjang pendidikan. Tingginya animo dan kepercayaan masyarakat membuat pendaftaran di sekolah yayasan tersebut menggunakan sistem inden.

“Mulai dari KB, TK, SD, SMP, SMA dari 11 sekolahan itu kami menerima 1.400 siswa dan itu kami sudah menutup kuota karena banyak sekali setelah ditutup itu masih pada berdatangan. Bahkan di sekolah-sekolah Islam Sultan Agung 1 itu inden sampai dua tahun ke depan,” tutur Turahmat.

Pelaksanaan MPLS ini diagendakan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (15/7/2026) mendatang. Pihak yayasan secara khusus mengusung tema ‘Ramah, Amanah, dan Akhlakul Karimah’ dalam kegiatan tersebut.

“Dari ramah, amanah menghasilkan akhlakul karimah. Hasil akhir dari MPLS ini adalah supaya tercipta, terbentuk, siswa-siswi di sekolah-sekolah Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung menjadi anak-anak yang berakhlakul karimah,” jelas Turahmat.

Turahmat menegaskan bahwa perpeloncoan atau perundungan dilarang keras di seluruh lingkungan pendidikan YBWSA. Ia berjanji akan memberikan sanksi tegas hingga dikeluarkan dari sekolah jika menemukan praktik tersebut.

“Saya pesankan betul tidak boleh ada bullying, nanti kalau ada saya turun langsung ke sekolah. Kalau kakak kelasnya ada yang mem-bullying adik-adiknya, saya punishment kalau perlu saya keluarkan,” tegasnya.

Acara pembukaan MPLS YBWSA tahun ini diwarnai dengan prosesi pelepasan burung dara ke udara. Langkah simbolis tersebut dimaknai sebagai upaya untuk membebaskan jiwa kreativitas para siswa baru.

“Burung dara itu menjadi simbol dalam MPLS ini sebagai penanda bahwa jiwa kreativitas mereka itu harus dibebaskan. Jadi, mereka harus bebas dalam beraktivitas meskipun tetap dalam koridor-koridor nuansa keislaman sebagai acuan utama,” ujar Turahmat.

NusantaraGate.com Avatar

Gerbang informasi terkini seputar berita peristiwa di Indonesia dan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *