DEMAK, NusantaraGate.com – Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN) bukan sekadar bentuk pengujian biasa, melainkan langkah strategis untuk mengenali potensi dan memetakan kapasitas pegawai. Pemetaan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kinerja pemerintahan agar menjadi semakin berkualitas.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Demak, Eisti’anah, saat melakukan monitoring langsung kegiatan Profiling ASN (ProASN) Tahun 2026. Peninjauan tersebut dilaksanakan di UPT BKN Kabupaten Semarang pada Jumat (9/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Eisti’anah didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto. Turut mendampingi pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Demak sekaligus Plt. Kepala BKPSDM Demak, Agus Musyafak, serta Kepala Kantor Regional I BKN Yogyakarta, Sri Widayanti.
Pelaksanaan ProASN Kabupaten Demak ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada tanggal 8, 9, dan 12 Oktober 2026. Kegiatan asesmen ini diikuti oleh sebanyak 380 orang ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak.
Plt. Kepala BKPSDM Demak, Agus Musyafak, memberikan arahan agar para peserta mengikuti seluruh tahapan profiling dengan serius namun tetap tenang. Menurutnya, asesmen ini bertujuan untuk menggambarkan potensi serta kompetensi riil dari setiap pegawai.
“Tidak perlu tegang. Tidak ada jawaban yang harus membuat panjenengan merasa terbebani. Jawab saja sesuai kemampuan. Kalau ada soal yang dirasa sulit, bisa dilewati dulu supaya waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan baik,” pesan Agus Musyafak.
Ia juga menegaskan bahwa hasil dari kegiatan profiling ini akan menjadi portofolio penting bagi profil masing-masing pegawai. Oleh karena itu, para peserta diimbau untuk menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dengan optimal.
“Predikat baik saja tidak cukup kalau potensi yang dimiliki belum tergambarkan secara menyeluruh. Melalui profiling ini, kita ingin melihat potensi masing-masing ASN agar bisa menjadi bahan untuk pengembangan ke depan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap para aparatur dapat mengenali kekuatan serta potensi diri masing-masing. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia aparatur yang lebih terarah.

.jpg)
.jpg)





